Showing posts with label love. Show all posts

(REVIEW) BEST SELLER BOOK! Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini NKCTHI - Marchella FP

Sebuah buku terlaris di penghujung tahun ini.
Sebuah buku yang mengajarkan mengenai perjuangan seseorang,
bahkan mendapatkan buku ini saja butuh perjuangan.

Sebuah buku yang berisi jawaban di tengah kekosongan jiwa ini.





Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini.

Marchella FP berhasil membuat sebuah karya yang menabjukan. Di tengah perjuangan hidup yang melelahkan buku ini datang sebagai penolong, pesan yang dikemas membuat kita terdiam dan berpikir apa yang kita sedang lakukan di masa ini. Marchella membuat pesan untuk masa depan yang seolah sedang berbicara dengan kita dimana kita terkadang sibuk untuk menjadi yang terbaik, sibuk untuk memenuhi kepuasan kita, dsb. Tanpa sadar kita lupa waktu, lupa arah pulang karena sudah berjalan terlalu jauh, bahkan kita lupa akan siapa diri kita sesungguhnya.



Terlalu banyak pesan yang ingin disampaikan, 
dan terlalu banyak jiwa yang ingin di dengar.



Belilah satu buku ini sebagai pengingat diri mu sendiri 
dan mungkin tanpa tersadar bisa mengobati diri saat kita sudah berjalan terlalu jauh.


Calvina Adrilia 


Detail Product?

Nanti Kita Cerita Tentang Hari Ini (Marchell FP)
5/5
Hard Cover
Rp 125.000,-



Gramedia



(REVIEW) Film Dilan 1990

Semua orang mendadak demam dengan sosok Dilan. Siapa sih Dilan itu?

Dilan adalah sesosok anak SMA di tahun 1990 yang jatuh hati dengan Milea. Dilan menjadi dikagumi banyak orang karena cara nya yang unik dalam mendekati Milea. Diangkat dari novel best seller karya Pidi Baiq, Dilan menjadi sempurna saat diangkat ke layar lebar.


Novel Dilan 1990


Film Dilan 1990

Mengambil latar belakang sekolah SMA saat tahun 1990 suasana film ini membawa kita bernostalgia ke tahun 90an dimana sekolah dengan papan tulis kapur, jaket trend saat itu dan bahkan lucunya ada obat merah di film ini. Dilan dan Milea sesosok remaja SMA yang saling jatuh hati satu sama lain. Di dalan film Dilan kali ini kita akan merasa sangat enjoy dan terbawa suasana saat masa cinta SMA karena ini masa - masa pdkt Dilan ke Milea dan tentunya pdkt itu adalah masa - masa yang sangat indah biasanya. Ditambah cara Dilan yang unik dan gombal tapi tidak murahan sangat membuat kita terbawa ke dalam film ini. 


Terbukti dari banyaknya penonton yang sangat antusias untuk menonton film ini. Film Dilan 1990 berhasil mencetak 4.5 juta penonton dalam 2 minggu. Gimana, tertarik untuk mengikuti kisah cinta Dilan dan Milea?



Di Atas Meja Lyrics - Payung Teduh



Di Atas Meja - Payung Teduh

Di atas meja rindu itu hilang dalam kata kata,
sebentar lagi kita saling lupa.

Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut,
tak bisa lagi bercerita apa adanya.

Reff : 
Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta.
Akan selalu ada tenang di sela sela gelisah yang menunggu reda.

Di dalam kamar rindu itu menguap dalam kebisuan,
sebentar lagi kita smakin lupa.

Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap,
tak bisa lagi bercerita apa adanya.

Reff :
Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta.
Akan selalu ada tenang di sela sela gelisah yang menunggu reda.

Interlude

Di tiap langkah rindu kita menghilang penuh keraguan
lalu kita pun sungguh semakin lupa.

Kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap,
tak bisa lagi bercerita apa adanya.

Reff :
Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta.
Akan selalu ada tenang di sela sela gelisah yang menunggu reda.


Oh......






Lagu ini punya arti dalem banget, 
menginterpretasikan sebuah perasaan yang semakin lama semakin memudar 
karena situasi yang dingin.

Amazing song!! 

Thanks to Payung Teduh









Sebentar yang Bermakna

Waktu berjalan begitu cepat, aku disini seperti sedang terbangun dari mimpi.
Ntah berapa lama waktu membawa ku terlelap bersama cerita yang mungkin tak kumiliki disini

Detik itu, 
Aku seperti memasuki dimensi yang berbeda
Saat aku tahu sesosok bayangnya kembali hadir di depanku
Aku takut untuk melangkah, bahkan membayangkan nya saja aku tak mampu
Namun, nyatanya ia bagai malaikat yang meraihku
Hadir dengan ribuan keyakinan
Merapihkan kembali retakan luka hati ini

Terjatuh? Aku takut untuk kembali jatuh
Ia hanya sesosok yang berlalu lalang
Mencari raga ini apabila merasa hampa
Kembali keyakinan yang ia berikan
Ditengah ketakutan menerpa relung hati ini

Aku berterima kasih kepada dimensi ini.
Kembali mengisi jiwa yang hampa ini,
meski hanya sekejap waktu
Aku tahu akhirnya, aku harus terbangun dari mimpi ini
Menghadapi sebuah realita nyata
Bahwa engkau tak pernah bersamaku disini


Si Gadis Kecil, di Malam Hari



Calvina Adrilia
23 May 2017

Merry Riana Coorporate Ambassador

Another dream i want to achieved! 

Please Like, Comment and Subscribe my Channel.
Thanks 

Calvina Adrilia






Mencari Cahaya



Entah kenapa malam kemaren aku tidak bisa membendung tetesan air mata yang keluar dari mataku.
Rasanya aku seperti meluapkan sesuatu yang sudah lama ku pendam.
Semua rasa menjadi satu dan tanpa sadar aku tidak bisa menahannya. 
Sudah terlalu lama kukunci itu sendiri,
di lubuk hatiku yang terdalam.

Aku kembali membuka pintu itu dan masuk di ruangan gelap tidak berujung. 
Entah apa yang kupikirkan. 
Namun aku tidak menemukan setitik cahaya di dalamnya.
Aku tersesat dan kembali menangis.
Sambil berlari berharap menemukan setitik cahaya itu.
Mengapa cahaya itu bersembunyi?
Sehingga aku sulit untuk menemukannya. 
Bahkan setitikpun tidak.
Aku hanya duduk karena aku terlalu lelah berlari
Berharap aku dapat menemukan cahaya itu

Namun apabila aku tidak menemukannya.
Mungkin aku akan tetap duduk terdiam,
dan menunggu harapan itu datang menjemputku.


Malam bisu tanpa cahaya.




18th April 2016

Calvina Adrilia

Atmosfer

Hidup tidaklah seindah yang kita kira
Ada hal yang membatasi kita,
dan membentengi kita.

Kenapa?
Karena manusia terbatas

Atmosfer kehidupan dibuat oleh yang Kuasa
Dia berhak mengubahnya menjadi seperti apapun
Disaat kita siap atau pun tidak siap
Untuk perubahan itu

Atmosfer dibuat untuk menjaga kehidupan
Namun bagaimana bila atmosfer itu hilang?
Ya. Semua akan punah
Aku.. Kamu.. dan Dia..

Sama seperti jatuh cinta
Atmosfer itu bisa menjadi sumber nafas kita
Atau bahkan bisa membuat kita sulit bernafas


Hari yang sendu, 
16th November 2015

Calvina Adrilia

Dream Catcher

Terbayang semua kenangan itu
Di dalam tidurku yang lelap
Terlihat jelas, nyata
Seperti layaknya aku berada di dalam sana

Terlalu takut aku untuk terbangun
Melihat sekeliling ku
Seolah - olah seluruhnya menatapku
Dan mereka berteriak, itu hanya mimpi

Sebentar namun bermakna
Sebentar namun tak nyata

Andai ku bisa menangkap mimpi itu
Akan kubawa dia ke duniaku
Menyaksikan kisahku di depan mereka
Bahwa aku tidak mengada - ada
Apa yang kubicarakan itu nyata

Mereka menertawakanku
Mengolok, dan mungkin berpikir aku gila?
Aku tidak gila...
Aku hanya menceritakan kisahku
Kisahku dengannya di dalam cerita indahku

Dan mereka menyebutnya mimpi
Suatu hal yang tidak nyata
Namun nyata bagiku
Bukan bagi mereka

Andai saja. Waktu dapat kuputar
Aku akan menangkap mimpi itu
Dan biarkan aku terlarut di dalamnya


Seorang gadis kecil sang pemimpi,

Calvina Adrilia
13th November 2015

Fear in Love

Ia adalah orang yang mengajakku keluar dari kesedihanku di masa lalu
Ia adalah sesosok yang kucari selama ini
Aku menganggap dia cukup sempurna dan 
Hanya dialah yang paling mengerti perasaanku saat itu. 

Banyak hal yang ia ajarkan kepadaku.
Dari dia aku belajar untuk tidak terlarut dengan kesedihan yang aku miliki
Dari dia aku belajar untuk tidak khawatir dengan segala sesuatu
Dari dia juga aku belajar mencintai seseorang lebih dari diriku sendiri

Namun 
Mengapa harus berakhir seperti ini?
Karena semua keegoisanku?
Atau memang Tuhan tidak mengijinkan kita bersama?

Memang aku merasa terkadang hidup itu tidak adil
Ia diberikan untuk menghapus derita ku
Namun ia juga yang datang memberikan kesedihan besar buatku.

Tuhan. aku terlalu takut untuk melihatnya sekarang
Seluruh tatapan yang bersinar di depan mataku dulu
Apakah sekarang berupa menjadi tatapan kesedihan yang mendalam

Pantulan Bayangmu

Sebuah kaca yang terlihat di depanku, membuatku terkejut.
Tanpa sengaja aku melihat bayangmu menutupi pantulanku di kaca.
Aku mencoba menoleh, melihat sekeliling.
Aku hanya melihat ruangan kosong tanpa suara sedang menertawakanku diam - diam.
Kupejamkan kedua mataku dan mencoba untuk membuka nya kembali.
Namun sosokmu tidak dapat hilang dari pandanganku.
Sesosok yang bersamaku setiap harinya, sekarang hanya menjadi sesosok pantulan tak bernyawa yang mengikutiku.
Aku telah lama melupakannya.
Namun, ia seperti hidup dan bangkit menutupi bayang - bayangku.
Tidak bisa kah kau menjauh dari hidupku.
Meskipun hanya bayangmu.
Aku hanya ingin kau tidak mengganggu hidupku.

Sabtu siang berawan,

21 Februari 2014
Calvina Adrilia

Selamat Tinggal Kenangan

Semua hal yang dilalui akan menjadi sebuah kenangan
baik itu hal yang baik, maupun hal yang buruk
Mengucapkan selamat tinggal untuk hal yang indah memang sulit rasanya
Namun akankah keindahan itu akan berlangsung lama?
Apa hanya sekejap layaknya mengedipkan mata?
Terkadang kita hanya takut untuk mengucapkan kata itu
"Selamat tinggal"
Dua buah kata yang berarti sementara ataupun selamanya
Sebuah tanda untuk suatu perubahan
Sesuatu yang mudah diungkapkan namun tidak pada kenyataannya
Apakah sulit untuk mengucap itu semua?
Aku terdiam dan membisu, berusaha mencerna hal yang ada di pikiranku

"Selamat tinggal kenangan"


Calvina Adrilia
5th February 2015

Satu hari = Seribu hari

Hari yang indah menyambut pagi yang kutunggu. Aku beranjak dari tempat tidurku, bersiap untuk memulai hari. Tawa dan senyum menghiasi raut muka kusut ini. Alangkah senangnya hari ini tiba. Hari dimana aku akan mengenakan pakaian yang sudah kusiapkan untuk menghabiskan waktu bersamanya hari ini. Ia mengajakku untuk keluar, semacam kencan kecil mungkin? Janji ini amat penting untukku, namun apakah sama pentingnya untuk dia?

Aku bersiap dan bergegas. Waktu menunjukkan pukul 10, berarti aku punya waktu 1 jam lagi untuk mempersiapkan diri. Rasanya aku ingin memberikan penampilan terbaikku di depannya. Di depan sesosok orang yang aku sayangi dan kagumi. Seusai aku membersihkan diri, kuambil pakaian yang sudah kusiapkan sebelumnya, dan menata muka ini dengan sedikit sentuhan make up. Tidak lupa aku memakai parfum yang baru diberikan papa dari America kemaren. 

Bunyi klakson mobil terdengar dari kejauhan. Bunyi itu rasanya memecahkan segalanya dan membuatku panik saat itu. Aku melihat dari jendela kamar ku dan betapa senangnya aku melihat orang yang kutunggu sedang menunggu ku disana. Di mobilnya yang biasa saja. Kuambil tas dan beberapa alat make up ku masukkan ke dalam tas dan aku segera turun menemui dia.

"Hai, udah nunggu lama ya?", sapaku kepada sesosok pria berkamata hitam dengan kemejanya yang rapi. "Tidak kok, ayo", jawabnya. Aku tidak pernah menyangka ia akan mengajakku pergi. Mungkin aku lebay atau berlebihan. Tapi siapa yang tidak senang apabila seseorang yang kita kagumi mengajak kita pergi bersama. 

Kami memutuskan untuk pergi ke cafe, mencoba sebuah cafe dessert baru di daerah PIK. Sebuah tempat yang nyaman untukku berbagi cerita bersamanya. Rasanya aku tidak mau memberhentikan ceritaku untuknya. Aku mengenal dirinya seperti aku mengenal diriku sendiri. Aku mengetahui banyak hal dengannya. Nyaman, damai, itulah yang kurasakan bila bersama.

Namun ketika waktu harus mengusaikan segala ini. Aku hanya selalu berharap untuk dapat memutar waktu. Satu hari ini terasa seperti seribu hari sudah aku bersamanya. Aku dapat membayangkan sesosok itu selalu ada bersamaku setiap hari, melakukan hal yang sama dan ia menjadi milikku. Aku membayangkan segala sesuatu yang indah bersamanya. Namun apa harus dikata, dia sudah memilikinya. Sesosok yang ia pilih. Dan aku hanya dapat menjaga kenangan ini walau cuma satu hari bersamanya. 



17 January 2015
Calvina Adrilia

Pernyataan atau Pertanyaan?

"Aku mengenal dia, seperti mengenal diriku sendiri. Sesosok orang yang aku kagumi dan mengerti segala keadaanku. Selalu ada disaat kubutuhkan" 

Kata - kata itu muncul di benakku. Seolah aku sempat mengatakannya sebelum ini. Namun, apakah ini semua nyata. Bagaimana jika semua pernyataan ini berubah menjadi sebuah pertanyaan. 

"Apakah aku mengenal dia, seperti mengenal diriku sendiri? Apakah sesosok orang itu adalah seorang yang aku kagumi selama ini? Apakah ia mengerti segala keadaanku? Apakah dia yang selalu ada disaat kubutuhkan?"

Aku mencoba mempertanyakan apa yang terjadi selama ini. Semua pernyataan itu tidak semudah yang kubayangkan. Aku belum mengenal dia sepenuhnya. Mungkinkan selama ini hal itu adalah sebuah bayangan? atau hanya kesimpulan sesaat? Aku bahkan tidak mengenal dia yang sekarang. Dia yang selama ini ku kenal menjadi seperti sesosok asing yang berdiri di depanku tanpa pernah kukenal sebelumnya. Ia seperti memunggungiku seperti tidak pernah mengenalku. Akankah aku salah mengenalnya? Lalu siapa yang kukenal selama ini? Aku berjalan menyusuri jalan ini dengan penuh pertimbangan. Semua pernyataanku akankah itu hanya sebuah pertanyaan yang salah kujawab? Seperti mengisi sebuah soal ulangan yang kukira sudah ketahui jawabannya. Atau mungkin ini adalah imajinasi belaka yang harus ku hapus dari memory ini. 



6th January 2015
Malam yang dingin

Calvina Adrilia

Pembelajaran

Hidup memberikan banyak pelajaran di luar pelajaran formal yang kita dapati. Pelajaran mengenai cinta, persahabatan, menjadi populer, dan sebagainya. Namun, bagaimana apabila kita mendapatkan pembelajaran yang tidak tepat? Jatuh? Sakit? setiap orang pasti akan merasakan nya. Tidak ada di dunia ini yang akan melewatkan hal itu. Hal yang lazim dimiliki manusia biasa seperti kita ini. Tuhan menciptakan segalanya baik, begitu juga kita. Mengapa ia memberikan kesakitan? karena Ia ingin menjadikan kita lebih baik. Hanya dengan sakit kita belajar bagaimana menjadi lebih kuat dan mencoba memperbaiki agar tidak jatuh kembali. Tidak ada di dunia ini yang instan. Semua butuh belajar untuk menjadi lebih baik.






Calvina Adrilia,

Pagi menuju natal
23 Desember 2014

Kasih Dibalik Ketakutan

Masalah?
Mendengarnya saja ingin kubuang jauh - jauh
Tidak ada orang yang hidupnya ingin diikuti masalah
Namun nyatanya masalah itu selalu ada di kehidupan seseorang
Ia datang tanpa memberikan solusi
Ia datang memberikan kita sebuah pembelajaran

Ketakutan?
Ia selalu mengikuti masalah
Dimana masalah ada, disana juga lah ketakutan kita temukan
Namun siapa yang menyangka,
ketakutan itu timbul dari diri kita sendiri
khawatir akan sesuatu yang tidak pasti akhirnya
dan membuat hidup kita menderita

Kasih?
Ia membantuku meringankan beban ini
Masalah memberikan kita beribu beban
Kasih ada untuk menghapus semua itu
Menghapus semua ketakutan yang ada
Ia memberikan kedamaian dimana ada kegelisahan.


7 December 2014

Calvina Adrilia

Tanya di Benak

Aku duduk terdiam, sendiri disini
Dengan berbagai tanya dibenakku
Mengenai apa yang telah terjadi di hidupku
Terkadang aku bersyukur dengan hidup yang diberikan Tuhan kepadaku
Namun berbagai pertanyaan muncul di benakku
Saat masalah itu datang
Dan memberikan sedikit warna kelam di dalam hari - hariku
Bertanya mengapa Ia tega mengizinkan hal itu terjadi
Tidak bisakah Ia mencegahnya?

Aku hanya manusia biasa
Sama seperti mahkluk lainnya
Yang menginginkan kehidupan indah seperti cerita dongeng
Memiliki akhir yang indah dan bahagia
Namun, apa dayaku?
Semua hanyalah khayalan belaka
Hidup adalah sebuah misteri
Hanya akan membuah kita menerka - nerka
Akhir cerita dari sebuah kehidupan


21st November 2014

Calvina Adrilia

Ekspetasi

Halo, apa kabarmu?
Ketakutan hati ini membuatku bisu.
Aku hanya duduk diam dan menanti.
Berharap pesan yang masuk itu darimu.

Dia sesosok yang telah membuatku jatuh kembali.
Ekspetasi membuat hati ini bertanya - tanya.
Akankah dia yang kucari?
Akankah hati ini tertuju padanya?
ataukah ini hanya emosi sejenak?
Semua pertanyaan itu muncul di benakku.

Pikiranku sejenak terhenti.
Darahku sekejap menjadi beku.
Bulan bintang apakah aku salah?
Apakah aku terlalu cepat jatuh?
Aku hanya ingin sesosok itu selalu ada.

Mungkin aku egois
Namun aku tidak bisa berbuat apa - apa.
Aku ingin sebuah jawaban dari tanyaku.
Sebelum semakin dalam dan larut.
Akankah aku mendapatkan jawaban itu?
Atau hanya keraguan yang aku terima.
Dengan segala ekspetasi di benak ini.



Malam tanpa suara,

Calvina Adrilia

Undescribe Feeling

Aku terduduk diam di suatu tempat yang hening dan kosong. Terngiang di benak ini, segala hal indah bersamanya. Layaknya sebuah momen yang ditangkap disebuah kamera. Berharga dan bermakna. 

Hari - hari yang kujalani seraya berada di padang yang bertumpukan bunga - bunga. Berjalan dalam setapak menuju pusat padang itu tanpa sadar terlarut dalam keindahannya. 

Mungkin aku terlalu yakin dengan apa yang aku lihat atau aku terlalu takut untuk merasakan kehilangan itu. Aku berdiri di sana dan menanti sebuah tanya. Satu kata yang mungkin dapat mengubah hari - hari dan hidup ku. Membayangkannya saja aku tak mampu.

Dan ketika kata tak dapat mengungkapkan segala hal yang ada di benak dan perasaan ini, akankah aku mendapatkan jawabannya?

Malam tanpa suara di penghujung akhir bulan sepuluh,

Calvina Adrilia
30.10.14


Lentera Jiwa

Apabila setiap kebaikan di lambangkan dengan setitik cahaya. 
Seterang apakah hidup kita?
Apabila setiap kejahatan di lambangkan dengan mematikan sebuah cahaya. 
Segelap apakah hidup kita?

Mengapa? Mengapa kebaikan itu dipandang hanya sebelah mata. 
Setiap kebaikan yang telah kita buat akan redup dengan kejahatan yang ada, meski kejahatan itu hanya setitik. 
Bagaimana kita menghindarinya? 
Cara apa yang bisa kita lakukan untuk tetap mengisi lentera jiwa ini. 
Aku hanya ingin diam dan menghentikan waktu, sehingga lentera jiwa ku ini akan terus menyala.

Malam yang sunyi, 
29 Agustus 2014
Calvina Adrilia

Izinkan Hatiku Berbicara

Ketika hati hanya diam membisu dan mulut berkata akan hal lainnya. Siapakah yang akan mengetahuinya? Tidak akan ada yang mengetahuinya selain diri kita sendiri. 

Apabila hati dapat berbicara, mungkin ia akan menyuarakan banyak hal. Kesenangan, kepedihan, kemarahan, kesakitan, semua itu akan terungkapkan dengan mudahnya. Nyatanya ia hanya dapat terdiam di dalam sana dan menyimpan segala hal yang tidak dapat diungkapkan. Menyimpan segala kepedihan dan luka yang tidak kita ketahui, menyimpan beribu duka yang mungkin disimpan di titik terkecil di dalamnya. Akankah ia dapat meluapkannya? Menghilangkan segala kesakitan yang sudah berakar. Bibir mungkin berucap maaf, akankah hati juga? Siapakah yang dapat menolongnya menghilangkan semua bekas luka itu? Adakah obat untuk itu semua? Mungkin hanya dengan ketulusan semua itu dapat hilang, namun akankah luka itu tidak meninggalkan bekas?

Kalau saja aku boleh meminta, izinkan hati ku dapat berbicara.

Calvina Adrilia
28 Juli 2014