Showing posts with label melancholic. Show all posts

What is life?

Sometimes I can think randomly about myself and I have one question in my mind.

What is life?

After I think about that question, the other questions were coming.

Why I should live in this world?
What the reason I can fight until now?

Don't you think about that?

I always ask to myself and God what should I do to be a better person in this world ?
Because I deserve a better life to be blessed for others.

Don't give up


Random thought of little girl,



Calvina Adrilia

Di Atas Meja Lyrics - Payung Teduh



Di Atas Meja - Payung Teduh

Di atas meja rindu itu hilang dalam kata kata,
sebentar lagi kita saling lupa.

Kita menjelma pagi dingin yang dipayungi kabut,
tak bisa lagi bercerita apa adanya.

Reff : 
Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta.
Akan selalu ada tenang di sela sela gelisah yang menunggu reda.

Di dalam kamar rindu itu menguap dalam kebisuan,
sebentar lagi kita smakin lupa.

Kita menjelma kebisuan yang tak bisa diungkap,
tak bisa lagi bercerita apa adanya.

Reff :
Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta.
Akan selalu ada tenang di sela sela gelisah yang menunggu reda.

Interlude

Di tiap langkah rindu kita menghilang penuh keraguan
lalu kita pun sungguh semakin lupa.

Kita menjelma kebisuan yang tak kunjung terungkap,
tak bisa lagi bercerita apa adanya.

Reff :
Mengapa takut pada lara, sementara semua rasa bisa kita cipta.
Akan selalu ada tenang di sela sela gelisah yang menunggu reda.


Oh......






Lagu ini punya arti dalem banget, 
menginterpretasikan sebuah perasaan yang semakin lama semakin memudar 
karena situasi yang dingin.

Amazing song!! 

Thanks to Payung Teduh









Big Bear and Bird : Journal of Gratitude Review

I've found this Big Bear and Bird account on Instagram and I really really love the style of Big Bear and Bird Character. After i know they will made a book for this all character i've scream out loud because i love this so much.! You can find out on their Instagram : Big Bear and Bird


A few months ago, i've check Big Bear and Bird instagram account and surprisingly they introduce new account @bbbjournal , I quickly checked this account and i've made a wishlist to buy this book.

And on the first day this book launch, I went to the bookstore and i've bought this book. So happy when i can have one!


This is the cover of the book

I really happy and i think this book make me to feel to be thankful for what i've got now!
They tell us about the little things to be grateful for Oneself, Nature, People, Miscellaneous, and Love. In this world we have so much think to be gratitude, but sometimes we forget about every little things we have until now. 



                                 




















This book full of heart warming illustration and a little quotes, make you feel relax when you read a little. Full of English language and hard cover. After read this book, i make a little reflections about myself. What i think about thankful and gratitude. On the last page, they give 2 page full of a little card for us to give it for someone special in our life. 






Thanks to Sarah Amijo the author of this book for made a very inspiring book and for gave birth to Big and Bear Character.









Big Bear and Bird : Journal of Gratitude
Rate : 4.9/5
Language : English
Type : Motivational Book with Hard Cover
Price : Rp. 110.000,-

Instagram : 
Big Bear and Bird 
bbbjournal

Shop  : http://shop.bigbearandbird.com


Dreamer



Pemimpi?
Apa yang salah dengan pemimpi?
Ia hanya seseorang yang ingin mengimajinasikan dunianya,
menjadi lebih luas dari yang ada.

Pemimpi?
Apakah ia tahu akan ketidak mungkinan?
Ia hanya seseorang yang tahu sesuatu yang tidak mungkin,
akan menjadi mungkin.

Pemimpi?
Apakah ia akan bangun dari tidurnya dan bertindak?
Ia akan bertindak saat semesta menyetujui nya.

Dan seorang pemimpi adalah seseorang yang lebih kuat dari pada yang ada.
Mengapa?
Karena,
ia ingin imajinasinya gilanya menjadi nyata.



Dreamer,

Calvina Adrilia
13 Sept 2017


The Book of Forbidden Feeling, Melancholic People Should Read This Book!



"Your happiness is always urgent"
a phrase by Lala Bohang

The Book of Forbidden Feelings
Buku karya Lala Bohang ini menurutku membawa kita ke dalam berjuta imajinasi dan emosi saat kita membacanya. Kata - kata yang menggugah emosi ditambah ilustrasi yang menarik membuat buku ini seperti mengerti apa yang dialami oleh sebagian besar orang saat ini. Saat membaca buku ini rasanya seperti kita bercermin dan di cermin itu muncul kata - kata yang mengingatkan kita saat kita bermain di dalam bayangan masa lalu dan melihat masa depan yang harus kita jalani. Melihat dunia saat ini yang hanya menyoroti hal - hal yang bagus dan indah saja, padahal hidup hadir karena hal positif dan negatif. Oleh karena itu Lala memilih perumpaan "Forbidden Feelings". Seseorang menjadi takut untuk menunjukkan diri menjadi apa adanya karena adanya persepsi dari masyarakat.


But i think this book will be related for melancholic people like me, because when i read this book i feel like someone talk to me, hug me warm, and said it's gonna be okay.

So, please be the who you are and show what you can do. It's okay to be different and let's appreciate your feeling!

I'm so excited to read the second book, 
The Book of Invisible Questions


Nb : You can get this book on Gramedia BookStore

Judul : The Book of Forbidden Feelings
Penulis : Lala Bohang
Penerbit : Gramedia Pustaka Utama
Tebal Buku : 152 Halaman
ISBN : 9786020331898
Cetakan pertama, 2016
Rating : 4 dari 5









Sebentar yang Bermakna

Waktu berjalan begitu cepat, aku disini seperti sedang terbangun dari mimpi.
Ntah berapa lama waktu membawa ku terlelap bersama cerita yang mungkin tak kumiliki disini

Detik itu, 
Aku seperti memasuki dimensi yang berbeda
Saat aku tahu sesosok bayangnya kembali hadir di depanku
Aku takut untuk melangkah, bahkan membayangkan nya saja aku tak mampu
Namun, nyatanya ia bagai malaikat yang meraihku
Hadir dengan ribuan keyakinan
Merapihkan kembali retakan luka hati ini

Terjatuh? Aku takut untuk kembali jatuh
Ia hanya sesosok yang berlalu lalang
Mencari raga ini apabila merasa hampa
Kembali keyakinan yang ia berikan
Ditengah ketakutan menerpa relung hati ini

Aku berterima kasih kepada dimensi ini.
Kembali mengisi jiwa yang hampa ini,
meski hanya sekejap waktu
Aku tahu akhirnya, aku harus terbangun dari mimpi ini
Menghadapi sebuah realita nyata
Bahwa engkau tak pernah bersamaku disini


Si Gadis Kecil, di Malam Hari



Calvina Adrilia
23 May 2017
La La Land


















A quite nice movie for a dreamer. I love this movie so much, maybe because I am a dreamer, emotional and delusional person. This movie very related to me, I know why this movie nominated & wins too much award nomination. 


Ryan Gosling as Sebastian and Emma Stone as Mia find their own dream. They fight and give support each other, but unfortunately their dream not as simple as that. After they reach their dream, they allow the relationship and have a way for each other. 




This movie teaches me to not give up on your dream. Follow your dream and the way will come one day.





Some people say dreamer is the foolish one, but don't ever underestimate the dreamer. Dreamer has a million imagination on their own thought and they have a more power to make it real




A little Dreamer,

5th February 2017
Calvina Adrilia

Secangkir Kopi


coffee at Simetri Coffee


Kata mayoritas orang kopi itu pahit, namun bagi beberapa orang kopi itu manis.
Aku sempat tertegun dan berpikir.
Bagaimana seseorang mengatakan kopi itu manis?
Dan setelah aku menyadari orang yang mengatakan kopi pahit itu manis adalah orang yang tahu bagaimana menikmati secangkir kopi tersebut.

Sama seperti kehidupan kita. 
Terkadang kita melihat kehidupan kita menyedihkan,
namun..
Hal itu tergantung dari bagaimana kita memandangnya dan menikmatinya. 
Semakin kita bisa menikmati dan bersyukur atas apa yang terjadi
tentunya kita akan melihat arti dan makna dari hidup yang kita miliki.

Terima kasih Tuhan untuk kehidupan ini.
Buatkanlah aku lebih banyak kopi yang pahit agar aku mengerti cara menikmatinya.

Malam yang hening dengan secangkir kopi di sampingku,


Calvina Adrilia
11th March 2016

Never Look Back

Tuhan mengajarkan aku banyak hal akhir - akhir ini. Bagaimana caranya berjalan maju dan percaya pada rencanaNya dan bagaimana aku harus mensyukuri segala sesuatu yang telah terjadi di hidupku. Aku tahu Tuhan selalu menyayangi ku ia selalu menarikku kembali disaat aku sudah keluar dari jalurNya dan banyak hal yang bisa disyukuri saat aku melihat hal - hal kecil yang terjadi di hidupku.

Tepat 1 tahun lalu, aku merasa menjadi orang yang paling bahagia di dunia ini. Aku merasa ada seseorang yang tulus mencintaiku dan mengerti aku. Namun nyatanya Tuhan berkehendak lain. Aku melupakan hal disaat Tuhan memberikan sesuatu Ia juga bisa mengambil hal itu kapanpun Ia mau. Mungkin untuk menggantikannya dengan lebih baik maupun mencoba membuat kita untuk tidak melupakanNya.

Tuhan ku Tuhan yang pencemburu, aku tahu itu. Sampai saat dimana aku menyayangi orang yang kusayang lebih dari diriku sendiri, namun Tuhan membiarkannya pergi dari hidupku. Aku sempat bertanya - tanya. Mengapa Tuhan mengambil seseorang yang sudah kucintai lebih dari hidupku sendiri? Tuhan ingin menghancurkan hidupku? Saat itu aku tidak pernah mengerti jalan pikiran Tuhan yang berbeda jauh dari pikiranku. Namun aku menyadari bahwa saat Tuhan memberikan sesuatu Ia juga tidak ingin kita melupakanNya. Hal yang wajar dilakukan manusia adalah terlalu senang dengan boneka kecil yang dikasih oleh Tuhan, namun lupa bahwa Tuhan menyimpan boneka yang lebih besar di tanganNya.

Tuhan, bantu aku untuk mensyukuri hal yang terjadi di belakangku, menjadi kan itu pelajaran berharga untuk ke depannya. Maafkan aku tidak menaruh masa depanku di tanganMu. Tuhan tidak akan pernah mencelakakan anakNya. Masalah ada untuk mendewasakan kita dan bukan berarti Tuhan jahat. Saat kita jatuh di masalah itu kita tidak akan menyadarinya. Namun saat kita sudah bisa melihat dengan jelas suatu saat kita akan menyadari bahwa itu adalah sebuah langkah awal untuk melihat rencana Tuhan di hidup kita.




Si gadis kecil ingin melangkah maju bersama Tuhan,



Calvina Adrilia

Atmosfer

Hidup tidaklah seindah yang kita kira
Ada hal yang membatasi kita,
dan membentengi kita.

Kenapa?
Karena manusia terbatas

Atmosfer kehidupan dibuat oleh yang Kuasa
Dia berhak mengubahnya menjadi seperti apapun
Disaat kita siap atau pun tidak siap
Untuk perubahan itu

Atmosfer dibuat untuk menjaga kehidupan
Namun bagaimana bila atmosfer itu hilang?
Ya. Semua akan punah
Aku.. Kamu.. dan Dia..

Sama seperti jatuh cinta
Atmosfer itu bisa menjadi sumber nafas kita
Atau bahkan bisa membuat kita sulit bernafas


Hari yang sendu, 
16th November 2015

Calvina Adrilia

Dream Catcher

Terbayang semua kenangan itu
Di dalam tidurku yang lelap
Terlihat jelas, nyata
Seperti layaknya aku berada di dalam sana

Terlalu takut aku untuk terbangun
Melihat sekeliling ku
Seolah - olah seluruhnya menatapku
Dan mereka berteriak, itu hanya mimpi

Sebentar namun bermakna
Sebentar namun tak nyata

Andai ku bisa menangkap mimpi itu
Akan kubawa dia ke duniaku
Menyaksikan kisahku di depan mereka
Bahwa aku tidak mengada - ada
Apa yang kubicarakan itu nyata

Mereka menertawakanku
Mengolok, dan mungkin berpikir aku gila?
Aku tidak gila...
Aku hanya menceritakan kisahku
Kisahku dengannya di dalam cerita indahku

Dan mereka menyebutnya mimpi
Suatu hal yang tidak nyata
Namun nyata bagiku
Bukan bagi mereka

Andai saja. Waktu dapat kuputar
Aku akan menangkap mimpi itu
Dan biarkan aku terlarut di dalamnya


Seorang gadis kecil sang pemimpi,

Calvina Adrilia
13th November 2015

Terjawab Oleh Waktu

Bunga Mawar yang rapuh
Seakan menjadi tanda sebuah cinta yang rapuh
Gaun indah yang tergantung
Seakan tidak lagi cemerlang seperti awalnya

Semua hal indah itu hanya sementara
Dimana kita bermimpi terlalu tinggi
Terkadang itu yang membuat kita lupa dan terjatuh
Dunia ini bukanlah sebuah taman impian
Dimana semua hal yang kita impikan tercapai
Terkadang kita tidak siap dengan realita yang ada

Sebuah kaca yang terjatuh
Seakan tidak dapat menyatu seperti semula
Waktu yang berjalan menjauh
Seakan tidak mungkin diulang kembali

Ketika kita berencana Tuhan bisa berkehendak lain
Dimana jalanNya yang indah mungkin ada di depan sana
Terkadang kita tidak sadar akan hal itu
Tuhan memang satu namun Agama beragam
Dimana perpecahan terjadi karena hal itu
Terkadang kita tidak bisa memaksanya



Seorang gadis kecil yang mencoba berdiri tegak,


Calvina Adrilia.

Fear in Love

Ia adalah orang yang mengajakku keluar dari kesedihanku di masa lalu
Ia adalah sesosok yang kucari selama ini
Aku menganggap dia cukup sempurna dan 
Hanya dialah yang paling mengerti perasaanku saat itu. 

Banyak hal yang ia ajarkan kepadaku.
Dari dia aku belajar untuk tidak terlarut dengan kesedihan yang aku miliki
Dari dia aku belajar untuk tidak khawatir dengan segala sesuatu
Dari dia juga aku belajar mencintai seseorang lebih dari diriku sendiri

Namun 
Mengapa harus berakhir seperti ini?
Karena semua keegoisanku?
Atau memang Tuhan tidak mengijinkan kita bersama?

Memang aku merasa terkadang hidup itu tidak adil
Ia diberikan untuk menghapus derita ku
Namun ia juga yang datang memberikan kesedihan besar buatku.

Tuhan. aku terlalu takut untuk melihatnya sekarang
Seluruh tatapan yang bersinar di depan mataku dulu
Apakah sekarang berupa menjadi tatapan kesedihan yang mendalam

Selamat Tinggal Kenangan

Semua hal yang dilalui akan menjadi sebuah kenangan
baik itu hal yang baik, maupun hal yang buruk
Mengucapkan selamat tinggal untuk hal yang indah memang sulit rasanya
Namun akankah keindahan itu akan berlangsung lama?
Apa hanya sekejap layaknya mengedipkan mata?
Terkadang kita hanya takut untuk mengucapkan kata itu
"Selamat tinggal"
Dua buah kata yang berarti sementara ataupun selamanya
Sebuah tanda untuk suatu perubahan
Sesuatu yang mudah diungkapkan namun tidak pada kenyataannya
Apakah sulit untuk mengucap itu semua?
Aku terdiam dan membisu, berusaha mencerna hal yang ada di pikiranku

"Selamat tinggal kenangan"


Calvina Adrilia
5th February 2015

Pernyataan atau Pertanyaan?

"Aku mengenal dia, seperti mengenal diriku sendiri. Sesosok orang yang aku kagumi dan mengerti segala keadaanku. Selalu ada disaat kubutuhkan" 

Kata - kata itu muncul di benakku. Seolah aku sempat mengatakannya sebelum ini. Namun, apakah ini semua nyata. Bagaimana jika semua pernyataan ini berubah menjadi sebuah pertanyaan. 

"Apakah aku mengenal dia, seperti mengenal diriku sendiri? Apakah sesosok orang itu adalah seorang yang aku kagumi selama ini? Apakah ia mengerti segala keadaanku? Apakah dia yang selalu ada disaat kubutuhkan?"

Aku mencoba mempertanyakan apa yang terjadi selama ini. Semua pernyataan itu tidak semudah yang kubayangkan. Aku belum mengenal dia sepenuhnya. Mungkinkan selama ini hal itu adalah sebuah bayangan? atau hanya kesimpulan sesaat? Aku bahkan tidak mengenal dia yang sekarang. Dia yang selama ini ku kenal menjadi seperti sesosok asing yang berdiri di depanku tanpa pernah kukenal sebelumnya. Ia seperti memunggungiku seperti tidak pernah mengenalku. Akankah aku salah mengenalnya? Lalu siapa yang kukenal selama ini? Aku berjalan menyusuri jalan ini dengan penuh pertimbangan. Semua pernyataanku akankah itu hanya sebuah pertanyaan yang salah kujawab? Seperti mengisi sebuah soal ulangan yang kukira sudah ketahui jawabannya. Atau mungkin ini adalah imajinasi belaka yang harus ku hapus dari memory ini. 



6th January 2015
Malam yang dingin

Calvina Adrilia

Tanya di Benak

Aku duduk terdiam, sendiri disini
Dengan berbagai tanya dibenakku
Mengenai apa yang telah terjadi di hidupku
Terkadang aku bersyukur dengan hidup yang diberikan Tuhan kepadaku
Namun berbagai pertanyaan muncul di benakku
Saat masalah itu datang
Dan memberikan sedikit warna kelam di dalam hari - hariku
Bertanya mengapa Ia tega mengizinkan hal itu terjadi
Tidak bisakah Ia mencegahnya?

Aku hanya manusia biasa
Sama seperti mahkluk lainnya
Yang menginginkan kehidupan indah seperti cerita dongeng
Memiliki akhir yang indah dan bahagia
Namun, apa dayaku?
Semua hanyalah khayalan belaka
Hidup adalah sebuah misteri
Hanya akan membuah kita menerka - nerka
Akhir cerita dari sebuah kehidupan


21st November 2014

Calvina Adrilia

Ekspetasi

Halo, apa kabarmu?
Ketakutan hati ini membuatku bisu.
Aku hanya duduk diam dan menanti.
Berharap pesan yang masuk itu darimu.

Dia sesosok yang telah membuatku jatuh kembali.
Ekspetasi membuat hati ini bertanya - tanya.
Akankah dia yang kucari?
Akankah hati ini tertuju padanya?
ataukah ini hanya emosi sejenak?
Semua pertanyaan itu muncul di benakku.

Pikiranku sejenak terhenti.
Darahku sekejap menjadi beku.
Bulan bintang apakah aku salah?
Apakah aku terlalu cepat jatuh?
Aku hanya ingin sesosok itu selalu ada.

Mungkin aku egois
Namun aku tidak bisa berbuat apa - apa.
Aku ingin sebuah jawaban dari tanyaku.
Sebelum semakin dalam dan larut.
Akankah aku mendapatkan jawaban itu?
Atau hanya keraguan yang aku terima.
Dengan segala ekspetasi di benak ini.



Malam tanpa suara,

Calvina Adrilia

Lentera Jiwa

Apabila setiap kebaikan di lambangkan dengan setitik cahaya. 
Seterang apakah hidup kita?
Apabila setiap kejahatan di lambangkan dengan mematikan sebuah cahaya. 
Segelap apakah hidup kita?

Mengapa? Mengapa kebaikan itu dipandang hanya sebelah mata. 
Setiap kebaikan yang telah kita buat akan redup dengan kejahatan yang ada, meski kejahatan itu hanya setitik. 
Bagaimana kita menghindarinya? 
Cara apa yang bisa kita lakukan untuk tetap mengisi lentera jiwa ini. 
Aku hanya ingin diam dan menghentikan waktu, sehingga lentera jiwa ku ini akan terus menyala.

Malam yang sunyi, 
29 Agustus 2014
Calvina Adrilia

Izinkan Hatiku Berbicara

Ketika hati hanya diam membisu dan mulut berkata akan hal lainnya. Siapakah yang akan mengetahuinya? Tidak akan ada yang mengetahuinya selain diri kita sendiri. 

Apabila hati dapat berbicara, mungkin ia akan menyuarakan banyak hal. Kesenangan, kepedihan, kemarahan, kesakitan, semua itu akan terungkapkan dengan mudahnya. Nyatanya ia hanya dapat terdiam di dalam sana dan menyimpan segala hal yang tidak dapat diungkapkan. Menyimpan segala kepedihan dan luka yang tidak kita ketahui, menyimpan beribu duka yang mungkin disimpan di titik terkecil di dalamnya. Akankah ia dapat meluapkannya? Menghilangkan segala kesakitan yang sudah berakar. Bibir mungkin berucap maaf, akankah hati juga? Siapakah yang dapat menolongnya menghilangkan semua bekas luka itu? Adakah obat untuk itu semua? Mungkin hanya dengan ketulusan semua itu dapat hilang, namun akankah luka itu tidak meninggalkan bekas?

Kalau saja aku boleh meminta, izinkan hati ku dapat berbicara.

Calvina Adrilia
28 Juli 2014