Showing posts with label poem. Show all posts

Dreamer



Pemimpi?
Apa yang salah dengan pemimpi?
Ia hanya seseorang yang ingin mengimajinasikan dunianya,
menjadi lebih luas dari yang ada.

Pemimpi?
Apakah ia tahu akan ketidak mungkinan?
Ia hanya seseorang yang tahu sesuatu yang tidak mungkin,
akan menjadi mungkin.

Pemimpi?
Apakah ia akan bangun dari tidurnya dan bertindak?
Ia akan bertindak saat semesta menyetujui nya.

Dan seorang pemimpi adalah seseorang yang lebih kuat dari pada yang ada.
Mengapa?
Karena,
ia ingin imajinasinya gilanya menjadi nyata.



Dreamer,

Calvina Adrilia
13 Sept 2017


Sebentar yang Bermakna

Waktu berjalan begitu cepat, aku disini seperti sedang terbangun dari mimpi.
Ntah berapa lama waktu membawa ku terlelap bersama cerita yang mungkin tak kumiliki disini

Detik itu, 
Aku seperti memasuki dimensi yang berbeda
Saat aku tahu sesosok bayangnya kembali hadir di depanku
Aku takut untuk melangkah, bahkan membayangkan nya saja aku tak mampu
Namun, nyatanya ia bagai malaikat yang meraihku
Hadir dengan ribuan keyakinan
Merapihkan kembali retakan luka hati ini

Terjatuh? Aku takut untuk kembali jatuh
Ia hanya sesosok yang berlalu lalang
Mencari raga ini apabila merasa hampa
Kembali keyakinan yang ia berikan
Ditengah ketakutan menerpa relung hati ini

Aku berterima kasih kepada dimensi ini.
Kembali mengisi jiwa yang hampa ini,
meski hanya sekejap waktu
Aku tahu akhirnya, aku harus terbangun dari mimpi ini
Menghadapi sebuah realita nyata
Bahwa engkau tak pernah bersamaku disini


Si Gadis Kecil, di Malam Hari



Calvina Adrilia
23 May 2017

Entah




Dingin, hampa.
Terasa menusuk sukmaku hingga hilang akal sehatku
Raut wajah tak asing menanti 
Layaknya sebuah patung yang membeku
Entah.. 
Entah apa yang harus kulakukan
Untuk membuatnya mencair

Takut, Resah
Medan magnet terlalu kuat
Untuk melawan bayangan yang menghantuiku
Layaknya air dalam sedotan
Entah..
Entah kutub mana yang tersedia
Untuk melawan semua itu

Ramai, gaduh.
Ya, mereka.
Suara teriakan di dalam otakku
Layaknya semut di sebuah makanan
Entah..
Entah apa yang kupikirkan
Untuk membuatku tetap di sini


Malam dengan tanda tanya


6th September 2016

Calvina Adrilia

Ekspetasi

Halo, apa kabarmu?
Ketakutan hati ini membuatku bisu.
Aku hanya duduk diam dan menanti.
Berharap pesan yang masuk itu darimu.

Dia sesosok yang telah membuatku jatuh kembali.
Ekspetasi membuat hati ini bertanya - tanya.
Akankah dia yang kucari?
Akankah hati ini tertuju padanya?
ataukah ini hanya emosi sejenak?
Semua pertanyaan itu muncul di benakku.

Pikiranku sejenak terhenti.
Darahku sekejap menjadi beku.
Bulan bintang apakah aku salah?
Apakah aku terlalu cepat jatuh?
Aku hanya ingin sesosok itu selalu ada.

Mungkin aku egois
Namun aku tidak bisa berbuat apa - apa.
Aku ingin sebuah jawaban dari tanyaku.
Sebelum semakin dalam dan larut.
Akankah aku mendapatkan jawaban itu?
Atau hanya keraguan yang aku terima.
Dengan segala ekspetasi di benak ini.



Malam tanpa suara,

Calvina Adrilia

Lentera Jiwa

Apabila setiap kebaikan di lambangkan dengan setitik cahaya. 
Seterang apakah hidup kita?
Apabila setiap kejahatan di lambangkan dengan mematikan sebuah cahaya. 
Segelap apakah hidup kita?

Mengapa? Mengapa kebaikan itu dipandang hanya sebelah mata. 
Setiap kebaikan yang telah kita buat akan redup dengan kejahatan yang ada, meski kejahatan itu hanya setitik. 
Bagaimana kita menghindarinya? 
Cara apa yang bisa kita lakukan untuk tetap mengisi lentera jiwa ini. 
Aku hanya ingin diam dan menghentikan waktu, sehingga lentera jiwa ku ini akan terus menyala.

Malam yang sunyi, 
29 Agustus 2014
Calvina Adrilia

Saat Kata Berakhir dengan Titik

Sepanjang apapun kata itu pasti memiliki akhir yang sama.
Titik. "."
Penutup akhir suatu kalimat.
Tidak peduli dengan sebanyak apapun kata di depannya.
Ia selalu ada di akhir kalimat
sebagai penutup akhir dari suatu rangkaian kata.

Mungkin titik tidak mengetahui cerita di depannya.
Cerita sedih atau senang.
Ia hanya sebuah bulatan hitam yang kadang dianggap tidak penting

Namun tanpa titik,
suatu kalimat tidak akan berhenti.
Sebuah cerita tidaklah akan berakhir. 
dan tanpanya.
Tidak akan ada makna di balik sebuah kalimat.

Titik. 
Ia adalah sebuah tanda 
yang jarang dianggap

namun ada..

Dancing in The Cloud

Menari di atas awan. 
Lepas... Bebas...
Bagaikan burung yang terbang kesana kemari
Terbang tanpa beban menuju ke satu tujuan.
Tetapi terkadang kita lupa,
Lupa akan halangan yang ada di depan kita.
Sampai akhirnya kita menyentuh halangan itu,
Lalu jatuh dari ketinggian.

Setiap orang boleh memiliki impian yang tinggi
Mereka bebas menggapai nya setinggi yang mereka bisa.
Tetapi terkadang mereka lupa.
Lupa akan medan magnet di dalam bumi. 
Yang dapat menarik mereka jatuh ke bawah
Bahkan sampai ke titik terendah

Akankah kita menyadarinya?


Calvina Adrilia 
10th June 2014


Ketika Kesabaran Itu Mencapai Ambang Batasnya

Setiap orang memiliki pemikiran dan pendapatnya masing - masing
Apa yang akan terjadi apabila pemikiran itu saling berbeda satu sama lain?
Perselisihan?
Mungkin.

Dia.
Duduk terpaku di bangku penonton
Ketika denting waktu berdetak menunjukkan jalannya pertunjukkan.
Panggung sandiwara terlihat dimulai
Drama kehidupan sesosok gadis kecil tersirat disana.

Pemain bermain topeng
Menutupi rupa asli yang menawan
layaknya seorang yang mahir
topeng itu menjadi bagian di dalam dirinya.

Dia?
Dia dengan sabar menontonnya dengan topeng itu.
Dengan sejuta rasa penasaran
Siapa sosok dibalik itu
Mencoba menebak dengan pemikirannya.

Waktu berdetak dengan cepat.
Telah sampailah dipenghujung puncak pertunjukkan
Dia turun dengan lekas
Seraya tak sabar untuk mengakhiri semua
Akhir dari segala kepalsuan yang dilihat nya.
Kesabaran telah diambang batas 


Calvina Adrilia
12th May 2014

Rewind The Memories (?)

Tahun demi tahun sudah berlalu.
Masa lalu tidak bisa hilang dari ingatan.
Kesetian itu membuat orang lain pilu melihatnya.
Sampai kapan aku terjebak dalam anganku.
Hanya waktu yang dapat menjawab.

Angan tentangmu..
Membawa ku ke waktu kita bersama.
Semua memori indah yang ada di benakku,
berputar kembali seraya kaset video.
Sebentar, namun bermakna.
Meski rasa sakit itu ada..

Sepertinya aku masih ingin bersamamu...


Random feeling,


Calvina Adrilia

Mereka itu.. Dia

Duduk di sekeliling keramaian
Rasanya seperti orang asing yang berada di dunia lain
Setiap orang sepertinya senang
Mereka tertawa tanpa kesakitan
Seperti menertawakan kesedihanku
Apakah mereka tidak tahu aku ada disini?
Apakah aku cuma bayangan bagi mereka?
Tidakkah mereka melihat aku ikut tertawa disini?
Tertawa menutupi kesakitan yang ada
Tadinya aku bersama dia, orang yang menemaniku
Dan aku adalah bagian dari mereka semua
Sekarang... Aku disini sendiri
Menahan sakit dan malu
Dan apa yang kau tahu?
Dia berada di sana, bersama mereka menertawakanku