"maybe okay will be our always "

"some infinities are bigger than other infinities"

“It's a metaphor, see: You put the killing thing right between your teeth, but you don't give it the power to do its killing.” 

the fault in our stars . Film yang satu ini memang menggugah emosi sebagian besar penontonnya. Kisah cinta antara Augustus Walters dan Hazel Grace akan membuat semua orang terkagum - kagum akan adanya true love mereka. Diadaptasi dari best seller book by John Green menjadi salah satu film yang ditunggu - tunggu saat ini. 

The Fault In Our Stars - Can't Wait to Watch This Movie

 All Of The Stars  - Ed Sheeran




It's just another night
And I'm staring at the moon
I saw a shooting star
And thought of you
I sang a lullaby
By the waterside and knew
If you were here,
I'd sing to you
You're on the other side
As the skyline splits in two
I'm miles away from seeing you
I can see the stars
From America
I wonder, do you see them, too?

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

I can hear your heart
On the radio beat
They're playing 'Chasing Cars'
And I thought of us
Back to the time,
You were lying next to me
I looked across and fell in love
So I took your hand
Back through lamp lit streets I knew
Everything led back to you
So can you see the stars?
Over Amsterdam
You're the song my heart is
Beating to

So open your eyes and see
The way our horizons meet
And all of the lights will lead
Into the night with me
And I know these scars will bleed
But both of our hearts believe
All of these stars will guide us home

And, oh, I know
And oh, I know, oh
I can see the stars
From America


The Fault in Our Stars is the fifth novel by author John Green, published in January 2012. The story is narrated by a sixteen-year-old cancer patient named Hazel, who is forced by her parents to attend a support group, where she subsequently meets and falls in love with the seventeen-year-old Augustus Waters, an ex-basketball player and amputee
The title is inspired from Act 1, Scene 2 of Shakespeare's play Julius Caesar, in which the nobleman Cassius says to Brutus: "The fault, dear Brutus, is not in our stars, / But in ourselves, that we are underlings."
A feaure film adaption of the novel directed by Josh Boone and starring Shailene Wooden, Ansel Elgort and Nat Wolff was released on June 6, 2014

This is a little review from The Fault in Our Stars Movie. I hope i can watch this movie soon. It supposed to be the best romantic and inspiring movie in this year.

Time is Limited but Our Moment is Unlimited




Friendship and tea:
Millions of bits & a lot of hot water 
make a good, strong brew


Calvina Adrilia
13th June 2014




Dancing in The Cloud

Menari di atas awan. 
Lepas... Bebas...
Bagaikan burung yang terbang kesana kemari
Terbang tanpa beban menuju ke satu tujuan.
Tetapi terkadang kita lupa,
Lupa akan halangan yang ada di depan kita.
Sampai akhirnya kita menyentuh halangan itu,
Lalu jatuh dari ketinggian.

Setiap orang boleh memiliki impian yang tinggi
Mereka bebas menggapai nya setinggi yang mereka bisa.
Tetapi terkadang mereka lupa.
Lupa akan medan magnet di dalam bumi. 
Yang dapat menarik mereka jatuh ke bawah
Bahkan sampai ke titik terendah

Akankah kita menyadarinya?


Calvina Adrilia 
10th June 2014


SCREAM OUT LOUD FOR TAYLOR SWIFT ! Red Tour : Jakarta

04062014. Tibalah hari dimana Taylor Swift menginjakan kaki nya di Jakarta untuk memulai Red Tour di kota ini. Waktu dimana semua Swifties dari berbagai penjuru berkumpul menjadi satu dan menyatu di Mata Elang International Stadium (MEIS). Meneriakkan nama Taylor dan menikmati acara bersama setelah semua perjuangan Swifies berlomba - lomba untuk mendapatkan ticket. Aku adalah salah satu dari orang yang beruntung mendapat kesempatan untuk menonton idolaku. Seorang sosok yang aku idolakan semenjak lama. 






Aku pergi bersama seorang temanku menuju ke MEIS dari Gading Serpong. Tepat di depan pintu masuk Ancol  aku melihat serombongan mobil yang dikawal polisi masuk menuju MEIS dan ternyata itu adalah mobil yang membawa Taylor dan spontan aku langsung berteriak di dalam mobil. Aku sangat tidak sabar untuk melihat Taylor. Rasanya apabila aku bisa turun dari mobil aku akan turun seketika itu juga. Setelah itu aku parkir di parkiran yang masih cukup sepi sekitar jem 4


Mobil yang membawa Taylor



Perjuangan mengantri dan dimarahi oleh petugas dilalui oleh semua Swifties yang ada. Semuanya rela menunggu, berdesakan demi memasuki ruang konser. Aku pun masuk ke dalam ruangan konser setelah perjuangan yang cukup panjang sedari siang. Kami semua menunggu Swift dan meneriakan namanya saat waktu menunjukkan pukul 8. "TAYLOR! TAYLOR!" Sayangnya Taylor tidak kunjung memunculkan dirinya sampai layar berubah menjadi merah dan tidak lama setelah itu Swift muncul dari atas panggung yang ditutup oleh warna merah dan menyanyikan lagu State of Grace sebagai lagu pembuka. Setelah lagu pertama usai, Taylor meneriakan "Selamat malam, Jakarta! I'm Taylor. Welcome to the 'Red Tour', Jakarta!" sapa Taylor saat membuka konser. 




Pecinta angka 13 ini menyantikan 13 lagu di dalam konser ini. Tentunya dengan set properti dan team penari yang sangat menarik.
1. State of Grace
2. Holy Ground
3. RED
4. The Lucky One.

5. Mean
6. All to Well
7. 22
8. Fifteen
9. You Belong With Me
10. Sparks Fly
11. I Knew You're Trouble
12. Love Story
13. We are Never Ever Getting Back Together












Rasanya seperti mimpi. Aku berdiri dengan ribuan penonton menonton Taylor. Saat konser dimulai mataku mulai berkaca - kaca dan rasanya aku ingin meneriakan nama TAYLOR tanpa henti. Konser Taylor berlangsung sangat meriah dan seru. Semua penonton dengan kompak menyanyikan lagu Taylor. 3 lagu terakhir berhasil membuat konser Red hari itu mencapai puncaknya. Terutama pada lagu terakhir We Are Never Ever Getting Back Together. Setelah menyanyikan lagu terakhir Taylor berpamitan kepada semua Swifties. 2 jam merupakan waktu yang singkat dan padat untuk kami. Semoga Taylor akan memasukan Indonesia ke dalam jadwal konser selanjutnya.




LOVE YOU TAYLOR! THANKS FOR A GREAT NIGHT EVER! <3





Calvina Swifties.


Arthesign : Ketika yang Nampak Terlupakan Kembali

Arthesign yang merupakan tema dari Ultigraph 3.0 berasal dari kata Art and The Sign dan memiliki pengertian seni tentang perancangan melalui tanda. Ultigraph merupakan acara yang lahir dari kebutuhan dan inisiatif mahasiswa DKV UMN untuk membentuk sebuah wadah dimana kita bisa menuangkan kreativitas dan menambah wawasan mengenai dunia desain. Selain menjaga hubungan baik eksternal, acara ini juga berperan sebagai apresiasi terhadap hasil karya seni yang ada dan kepedulian terhadap perkembangan DKV di Indonesia.


Seperti yang kita ketahui banyak desainer masa kini yang karyanya sering di pandang sebelah mata. Mereka nampak seolah hanya membuat karya untuk dinikmati sendiri tanpa orang lain bisa mengerti makna sebenarnya dibalik karya itu. Ultigraph mencoba hadir untuk membantu mengapresiasi karya yang memang layak untuk ditunjukkan pada khalayak umum. Karena pihak penyelenggara percaya setiap karya pasti memiliki artinya tersendiri dan tiap orang memiliki persepsi yang berbeda terhadap karya tersebut. Maka dari itu Ultigraph mencoba mencari perbedaan itu dan menjadikannya satu. Satu tujuannya : untuk diingat bukan dilupakan 

Ultigraph sendiri sudah dilakukan sebanyak tiga kali, sebelumnya pada tahun 2011 dan 2012. Ultigraph 3.0 kali ini diadakan pada tanggal 5-8 Mei 2014, bertempat di Universitas Multimedia Nusantara. Acara yang diadakan Ultigraph berupa mulai dari pameran karya, perlombaan, seminar hingga mural dan ditutup dengan awarding night. Pembicara yang diundang dalam Ultigraph kali ini adalah Daniel Surya (Brand Consultant), Andrey Pratama (Animator), Sunny Gho (Illustrator), Sakti Makki (Brand Consultant), Sandy Karman (Graphic Designer), Yasser Rizky (Graphic Designer), Eric Widjaja (Graphic Designer), Danton Sihombing (Brand Consultant), Andre Surya (Animator). Pada malam puncak Ultigraph Adithia Sofyan diundang sebagai guest star untuk memeriahkan acara akbar tersebut sekaligus menutupnya.


Pameran Fo







Photographer : Natria Putri, Gladys Prawira, Angga
Editor : Ervan Solihin

Ketika Kesabaran Itu Mencapai Ambang Batasnya

Setiap orang memiliki pemikiran dan pendapatnya masing - masing
Apa yang akan terjadi apabila pemikiran itu saling berbeda satu sama lain?
Perselisihan?
Mungkin.

Dia.
Duduk terpaku di bangku penonton
Ketika denting waktu berdetak menunjukkan jalannya pertunjukkan.
Panggung sandiwara terlihat dimulai
Drama kehidupan sesosok gadis kecil tersirat disana.

Pemain bermain topeng
Menutupi rupa asli yang menawan
layaknya seorang yang mahir
topeng itu menjadi bagian di dalam dirinya.

Dia?
Dia dengan sabar menontonnya dengan topeng itu.
Dengan sejuta rasa penasaran
Siapa sosok dibalik itu
Mencoba menebak dengan pemikirannya.

Waktu berdetak dengan cepat.
Telah sampailah dipenghujung puncak pertunjukkan
Dia turun dengan lekas
Seraya tak sabar untuk mengakhiri semua
Akhir dari segala kepalsuan yang dilihat nya.
Kesabaran telah diambang batas 


Calvina Adrilia
12th May 2014